Pages

Tampilkan postingan dengan label perikanan dan peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perikanan dan peternakan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2012

Penyakit tnaman bunga angrek dan cara mengatasinya



Bunga angrek yang indah dandiminatai banyak orang ini terkadang tak luput dari berbagai serangan penyakit. Ada banyak macam penyakit yang menyrangnya. Penangannya juga berbeda. Nah berikut adalah macam-macam penyakit angrek dan oenanganannnya. Silahkan memebacanya
a) Penyakit buluk
Sering terdapat di dalam media tanam, kultur spora cendawan ini terbawa oleh biji anggrek karena tutup botol tidak steril. Gejala: biji anggrek tidak mampu berkecambah dan persemaian dalam botol akan gagal; kecambah yang telah tumbuh kalau diserang cendawan ini akan mati/layu. Pengendalian: pada awal serangan media agar dikeluarkan dari botol, lalu botol ditutup kembali, dilakukan dengan steriil; kalau kecambah anggrek terlanjur besar, segera dikeluarkan dari botol dan dicuci dengan fungisida lalukecambah ditanam dalam pot.
b) Penyakit rebah kecambah
Merupakan penyakit anggrek selama masih dalam persemaian. Penyebaran penyakit ini lewat air. Gejala: semula berupa bercak kecil bening pada permukaan daun, lalu melebar, menulari ke atas sampai pada titik tumbuh pada tunas serta ke bawah hingga ujung akar, kecambah anggrek akan membusuk dan mati. Pengendalian: bibit yang sakit sebaiknya segera dibuang, dibakar sampai musnah. Pot dan kumpulan kecambah dikeringkan dan disemprot dengan fungisida.
c) Penyakit bercak coklat
Kecambah jenis Phalae-nopsis sangat peka terhadap bakteri ini, terutama pada cuaca sangat lembab. Infeksi melalui daun basah atau di bekas luka pada daun. Sentuhan daun yang sakit pada daun sehat dapat menularkan penyakit ini. Gejala: bercak kecil bening pada pucuk daun. Dalam beberapa hari dapatmeluas ke seluruh kompot, daun kecambah anggrek menjadi rusak dan mati. Penyakit ini sangat ganas, karena mematikan dan cepat menular. Pengendalian: sangat sulit penyakit ini pada awal serangan. Pada serangan yang parah, tidak ada jalan lain kecuali memusnahkan seluruh kecambah anggrek.
d) Penyakit bercak hitam
Pada tanaman anggrek yang, penyakit ini cepat menular malalui akar dan alat yang tidak sterill. Gejala: timbul warna coklat kehitaman pada bagian tanaman yang terserang. Mulai dari daun ke atas sampai ke tunas dan ke bawah hingga ujung akar. Tanaman terlambat tumbuh, kerdil dan mengakibatkan kematian. Pengendalian: bagian yang terserang dipotong dan dibuang atau disemprotkan fungisida; alat-alat potong disiram alkohol/dibakar sebelum digunakan.
e) Penyakit busuk akar
Penyebab: cendawan Rhizoctonia Solani. Gejala: akar leher membusuk mencapai rhizoma dan umbi batang, daun dan umbi batang menguning, berkeriput, tipis dan bengkok, tanaman kerdil dan tidak sehat. Pengendalian: semua bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang; bekasnya disemprot dengan fungisida (Benlate).
f) Penyakit layu
Penyebab: cendawan Fusarium Oxyporium. Gejala: mirip serangan penyakit busuk akar, namun pada rhizoma terdapat garis-garis, atau lingkaran berwarna ungu. Pada serangan berat, seluruh rizhoma menjadi ungu, diikuti pembusukan pada umbi batang, tanaman sangat tidak sehat. Pengendalian: bagian yang terserang dibuang lalu bekasnya disemprotkan Benlate. Tanaman segera dipindahkan ke media tanam baru, yang masih segar dan bersih. Usahakan terdapat aliran udara yang lancar di sekitar tanaman.
g) Penyakit busuk
Penyebab: cendawan Sclerotium Rolfsi. Gejala: terdapat bintil-bintil kecil berwarna coklat pada bagian tanaman yang terkena penyakit. Pengendalian: bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. Mediatanaman dan seluruh pot didesinfektan dengan larutan formalin 4 % ataupun fungisida/antibiotik Natrippene 0,5 % selama 1 jam.
h) Penyakit bercak coklat
Gejala: bercak coklat pada permukaan daun, lalu menyebar keseluruh bagian tanaman. Pengendalian: membuang semua bagian yang sakit, lalu semprotkan fungisida/ antibiotika Streptomycin atau Physan 20.
i) Penyakit busuk lunak
Penyebab: bakteri Erwinia Cartovora. Gejala: daun dan akar membusuk serta berbau. Penyakit ini cepat sekali meluas namun khusus pada rhizoma dan umbi batang, penyebarannya agak lambat. Penanggulangan: peralatan kebun harus steril, bagian yang sakit dipotong dan dibuang. Semprotkan Physan 20, pot tanaman disemprot dengan formalin 4 %.
j) Penyakit bercak bercincin
Penyebab: virus TMVO (Tobacco Mozaic Virus Odontoglos-sum). Gejala: timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan pada permukaan daun. Pengendalian: hanya dengan pencegahan yakni membuang bagian tanaman yang sakit serta menstrerilkan semua alat potong.
k) Penyakit Cymbidium
Penyebab: virus Mozaic Cymbidium. Gejala: semula berupa bercak kekuningan lalu muncul jaringan mati berbintik, bergaris atau lingkaran. Khusus pada Cattleya, bercak tadi berwarna coklat atau hitam cekung. Kadang ada gejala kematian jaringan di tengah daun yang dilingkari jaringan normal. Daun tua banyak sekali menunjukkan adanya bintik jaringan yang mati. Pengendalian: hanya bersifat pencegahan yaitu membuang bagian tanaman yang sakit, serta mensterilkan segala alat yang dipakai.
l) Penyakit busuk hitam
Penyebab: cendawan Phytopytora Omnivora. Gejala: muncul warna kehitaman pada pangkal daun, lalu melunak dan busuk, akhirnya daun mati. Pengendalian: semprotkan fungisida seperti Baycor Dithane M-45, Benlate, Ferban, Physan, Truban atau Banrot. Untuk yang berbentuk tepung gunakan dosis 2 gram/2 liter air.
Demikian macam penyakit angrek dan penanganannya, semoga bermanfaat bagi yang membacanya.
Sumber: Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS; anggrek.org; Direktoriat Budidaya Tanaman Hias Direktorat Jenderal Holtikultura; Iptek.net.

Minggu, 22 Januari 2012

cara budidaya udang



Udang adalah makanan yang banyak digemari masyarakat. Harganya pun tergolong yang tidak murah, sehingga jika budidaya udang hal ini tentunya merupakan prospek bisnis yang menguntungkan. Namun akan berhasil jika dilakukan dengan cara yang sesuai dengan prosedur. Nah berikut adalah cara budidaya udang tambak dengan baik.
Petak tambak untuk budidaya udang yang baik harus memiliki karakter kedap air dan dapat membuang limbah secara efisien. Karakteristik yang ke dua dapat terpenuhi apabila kotoran yang ada di dalam tambak terkonsentrasi di dekat saluran pembuangan harian. Prinsip ini dapat terpenuhi pada tambak dengan bentuk dan luas yang optimal. Sebagai contoh adalah petak tambak berbentuk bujur sangkar ukuran 50 x 50 m dengan sistem central drain merupakan petak tambak yang memenuhi syarat tersebut. Semakin besar perbedaan antara ukuran panjang dan lebar, maka kemungkinan terkumpulnya limbah semakin sedikit, sehingga pembuangan limbah semakin tidak efisien.
Posisi tambak, terutama dasar tambak terhadap sea level, akan menentukan kecepatan pengeringan air pada saat panen dan besarnya biaya untuk panen. Dasar tambak yang berada di atas level pasang tertinggi (misalnya 20 cm di atas HHWL) berakibat pada waktu panen tidak bergantung pada keadaan tinggi pasang serta dapat dilakukan secara gravitasi. Semakin rendah posisi dasar tambak dari level di atas berakibat pada semakin lamanya proses pengeringan, ada ketergantungan pada kondisi pasang, dan bahkan pada penambahan biaya untuk pompa.
Adanya tuntutan terhadap dilakukannya budidaya udang yang ramah lingkungan serta penyakit virus yang selalu mengintai udang, maka diperlukan pula adanya influent water treatment dan efluent water treatment. Oleh karena itu, dua unit petak untuk keperluan tersebut perlu dibangun melengkapi petak tambak untuk budidaya.
Sumber air untuk tambak (air tawar dan air laut) dibawa oleh saluran pembawa, dialirkan ke dalam petak influent water treatment, kemudian dialirkan ke dalam petak tambak. Dari petak tambak, air dibuang ke saluran drainase, dialirkan ke petak efluent water treatment, untuk kemudian dibuang ke laut.
Nah demikian adalah cara budidaya udang tambak. Semoga berhasil dan bermanfaat terima ksih

Rabu, 16 November 2011

usaha bebek potong


Daging bebek sekarang mulai banyak diminati kalangan masyarakat, sehingga permintaan terhadap bebek potong juga meningkat.. hal ini tentunya usaha bebek potong ini mempunyai prospek yang menjanjikan. Sudah banyk contoh kisah sukses pengusaha bebek potong ini
Salah satu contoh bisa kita lihat di Desa celepan Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen, dimana sebagian besar warganya memilih untuk melakukan budidaya bebek. Sehingga daerah tersebut dikenal dengan sebutan “Kampung Bebek” penghasilannya pun terhitung lumayan besar, di daerah tersebut rata-rata setiap KK yang beternak bebek mendapat penghasilan hingga Rp. 9 juta perbulannya, dan itupun hanya dari menjual telurnya saja.
Jika kita lihat kondisi sekarang permintaan pasar tidak hanya pada telur bebek, tetapi permintaan terhadap daging bebek juga semakin meningkat, ini bisa kita lihat dengan semakin merebaknya restoran dan rumah makan yang secara khusus menawarkan sajian daging bebek, dengan aneka pilihan menu. Dari melihat potensi yang ada maka bisnis budidaya bebek potong dapat dijadikan pilihan didalam melakukan usaha.
Namun sebelum seseorang memulai melakukan budidaya bebek potong alangkah baiknya jika mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Dan didalam pemeliharaan bebek potong, peternak sebaiknya memelihara bebek jantan. Kenapa? Hal ini dimaksudkan karena bebek jantan memiliki berbagai keunggulan dan keuntungan apabila ditinjau dari segi ekonomi. Dimana harga bibit bebek jantan lebih murah dibanding dengan harga bibit bebek betina, lalu dari segi pemeliharaan pun pertumbuhan bebek jantan lebih baik daripada bebek betina sehingga dalam waktu yang relatif tidak lama antara 2-3 bulan berat badan bebek bisa mencapai tidak kurang dari 1,5 kg. Dan itu adalah berat yang biasa dibutuhkan oleh konsumen. Selain berat juga dikarena pada umur yang muda menghasilkan daging yang lebih empuk, gurih dan nilai gizi yang lebih tinggi.
Nah silahkan anda pikirkan, apakah anda akan memulai bisnis ini atau tidak, semoga bermanfaat bagi yang membacanya

usaha bebek potong

Daging bebek sekarang mulai banyak diminati kalangan masyarakat, sehingga permintaan terhadap bebek potong juga meningkat.. hal ini tentunya usaha bebek potong ini mempunyai prospek yang menjanjikan. Sudah banyk contoh kisah sukses pengusaha bebek potong ini
Salah satu contoh bisa kita lihat di Desa celepan Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen, dimana sebagian besar warganya memilih untuk melakukan budidaya bebek. Sehingga daerah tersebut dikenal dengan sebutan “Kampung Bebek” penghasilannya pun terhitung lumayan besar, di daerah tersebut rata-rata setiap KK yang beternak bebek mendapat penghasilan hingga Rp. 9 juta perbulannya, dan itupun hanya dari menjual telurnya saja.
Jika kita lihat kondisi sekarang permintaan pasar tidak hanya pada telur bebek, tetapi permintaan terhadap daging bebek juga semakin meningkat, ini bisa kita lihat dengan semakin merebaknya restoran dan rumah makan yang secara khusus menawarkan sajian daging bebek, dengan aneka pilihan menu. Dari melihat potensi yang ada maka bisnis budidaya bebek potong dapat dijadikan pilihan didalam melakukan usaha.
Namun sebelum seseorang memulai melakukan budidaya bebek potong alangkah baiknya jika mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Dan didalam pemeliharaan bebek potong, peternak sebaiknya memelihara bebek jantan. Kenapa? Hal ini dimaksudkan karena bebek jantan memiliki berbagai keunggulan dan keuntungan apabila ditinjau dari segi ekonomi. Dimana harga bibit bebek jantan lebih murah dibanding dengan harga bibit bebek betina, lalu dari segi pemeliharaan pun pertumbuhan bebek jantan lebih baik daripada bebek betina sehingga dalam waktu yang relatif tidak lama antara 2-3 bulan berat badan bebek bisa mencapai tidak kurang dari 1,5 kg. Dan itu adalah berat yang biasa dibutuhkan oleh konsumen. Selain berat juga dikarena pada umur yang muda menghasilkan daging yang lebih empuk, gurih dan nilai gizi yang lebih tinggi.
Nah silahkan anda pikirkan, apakah anda akan memulai bisnis ini atau tidak, semoga bermanfaat bagi yang membacanya